Bintang Pemula yang Gemilang Tembus Premier League

August 29, 2017

Tidak semuanya punggawa papan atas yang berlaga di Premier League memulai karier nya di akademi klub yang prestige dengan sabar mendaki ke klub utama klub nya. Ada pula yang beranjak dari bawah, bisa juga dari piramida paling bawah sepakbola Inggris ataupun yang sangat terkenal dengan julukan ‘non-liga’… Janganlah sedikitpun berhenti berharap. Kurang lebih, itulah jargon simple yang bisa mencerminkan kerja keras 5 punggawa di bawah ini. Mereka adalah model yang sebenarnya buat orang yang memerlukan sample, alasan, untuk makin berharap hingga puncak teratas dunia. Takkan pernah diasumsikan mengingat berkompetisi di level Ke-5 kasta sepak bola Inggris (sampai kasta ke-11) atau yang akrab di kenal jadi kompetiti non-liga, pemain ini ternyata tak sedikitpun berhenti berusaha demi bisa sampai di level paling tinggi, sampai akhirnya berlaga di Premier League… agen bola online ini mengabarkan untuk anda selamat membaca:

Jamie Vardy

10 tahun yang lampau, Vardy tengah bekerja di pabrik dan barangkali tidak sempat mengira dapat sampai puncak dunia. Tetapi, lewat kerja keras, pesepakbola kelahiran Sheffield ini merasa enaknya mengangkat trofi Premier League di musim 2015-2016. Vardy menjuarainya bersama dengan Leicester City yang menjadi top skorer Premier League secara mencetak 24 gol. Bila Kalian bertanya siapakah Vardy 6 atau 7 tahun yang lampau, barangkali, tidak banyak yang mengetahui tentangnya. Bagaimana tidak, jelang ke Leicester di 2012, Vardy berlaga di klub non-liga bersama dengan Stocksbridge Park Steels, FC Halifax Town, dan Fleetwood Town. Sekarang, ia menjadi tulang punggung di garis depan The Foxes, begitu pun di timnas Inggris, di mana Vardy sudah memperoleh 6 gol melalui jumlah 16 performa.

Jimmy Bullard

Nama yang sangat ikonik buat Kalian penggemar sepak bola Inggris. Bullard yang dulunya berposisi yang menjadi gelandang, terkenal karena jiwa kepemimpinan dan mutunya didalam memberikan keseimbangan di garis tengah. Ia pun diketahui jadi legenda Wigan Athletic (2003-2006) dan Fulham (2006-2009). Bullard tidak sekalipun memperoleh trofi selama kariernya. Namun, untuk publik Fulham, dia merupakan pahlawan yang menyelamatkan kesebelasan dari pada degradasi di musim 2007-2008. Ceritanya di Premier League tentunya kerap tercatat didalam historis sepak bola Inggris, terlebih lagi, Bullard tidak segera mengawali kariernya di level paling tinggi, tetapi melalui klub non-liga. Corinthian-Casuals, Dartford, dan Gravesend & Northfleet, adalah 3 klub zaman muda Bullard, jelang ia menaiki level ke Premier League di 1999 dan berlaga demi West Ham United.

Chris Smalling

Tanpa Sir Alex Ferguson, Smalling barangkali sekarang ini tetap berkompetisi di Fulham atau kesebelasan-kesebelasan semenjana yang lain, antara lain West Bromwich Albion (WBA), Burnley, dan Bournemouth. Mantan manajer MU itu mencermati ada peluang dari diri Smalling, sampai bek jangkung itu dibeli ke Old Trafford di tahun 2010. Smalling (27 tahun) diplot jadi suksesor Rio Ferdinand dan tengah berlaga di United sekarang ini. Bek kelahiran Greenwich ini telah mendapat sejumlah trofi di Man United, termasuk di diantaranya gelar Premier League dan Europa League. Smalling pun sudah membukukan 31 performa dan 1 gol bagi The Three Lions, timnas Inggris. Bayaran nya pun tentu telah berkali2 lipat naik, ketimbang 2 kesebelasan yang sempat dibela sebelum-sebelumnya: Maidstone United (2007-2008) dan Fulham (2008-2010). Bila Fulham salah satu kesebelasan asal London yang lumayan kesohor, Maidstone malah kebalikannya. Klub dijuluki The Amber Army adalah klub non-liga, yang sekarang ini berlaga di kasta Ke-5 sepak bola Inggris, National League.

Michail Antonio

Cerita perjalanan Antonio sangatlah mengenaskan. Dominasi mental telah dipunyai punggawa kelahiran 28 Maret 1990 ini semenjak ia mengawali karier profesionalnya di tahun 2007, di klub non-liga, Tooting & Mitcham United. Antonio kian dihantam badai dan tidaklah sempat bertahan lama di 1 klub. Berlaga satu musim bersama dengan Tooting, Antonio akhirnya berseragam Reading, Tooting (dipinjamkan lagi oleh Reading), Cheltenham Town, Southampton, Colchester United, Sheffield Wednesday, Nottingham Forest, jelang West Ham memboyongnya dengan harga £7 jt di tahun 2015. Sering beralih klub, bakat Antonio kemudian maju cepat di West Ham. Di bawah bimbingan Slaven Bilic, Antonio tidak cuma menunjukkan bagusnya mainnya jadi striker sayap, namun juga full back dan bek sayap. Kerja kerasnya juga menghasilkan panggilan ke timnas Inggris, entah itu ketika dilatih Sam Allardyce atau Gareth Southgate. Disayangkan, Antonio tidak mengecap pertandingan debutnya bersama dengan Inggris. Sepanjang ini namanya cuma mengisi skuad tim.

Rickie Lambert

Kisah Lambert bersama dengan Liverpool bukanlah cerita menarik yang pantas diingat. Ia kadung dicap jadi flop player atau transfer tidak berhasil The Reds. Namun, sewaktu Kalian sanggup mendapatkan harapan, membikinnya kebenaran, tidak akan ada masalah, bukan? Apapun yang dibilang para pendukung, media kepada Lambert, yang penting menurutnya ialah harapan waktu kecilnya, yang menjadi nyata saat berseragam Liverpool di medio 2014-2015. Malah, 5 tahun sebelum-sebelumnya Lambert pun sempat mencetak histori bersama dengan Southampton. Dia total bermain hingga 207 kali dan menghasilkan 106 gol demi The Saints. Tak ragu keahlian bernilai berlaga di Premier League itu, nanti akan diingat Lambert saat ia gantung sepatu nanti. Tentunya jika lantaran Lambert sempat berpartisipasi untuk 2 klub non-liga, Macclesfield Town dan Stockport County, dalam kurun waktu 2001-2005.

Leave a Reply

Your email address will not be published.